MUSYAWARAH PEMBENTUKAN PENGURUS GAPOKTAN DAN RENCANA GROPYOKAN TIKUS PEKON BULUREJO

12 November 2025
Eldiana Antika Sari
Dibaca 146 Kali
MUSYAWARAH PEMBENTUKAN PENGURUS GAPOKTAN DAN RENCANA GROPYOKAN TIKUS PEKON BULUREJO

Bulurejo, Rabu (12 November 2025) Petani di wilayah Pekon Bulurejo yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) "Srikandi" mengadakan musyawarah penting. Agenda utama musyawarah tersebut adalah pembentukan struktur kepengurusan baru, sekaligus merumuskan strategi bersama dalam mengendalikan hama tikus yang kian meresahkan menjelang musim tanam.

Musyawarah ini dihadiri oleh Kepala Pekon Bulurejo, Bhabinkamtibmas Pekon Bulurejo, perwakilan kelompok tani dari berbagai dusun, tokoh masyarakat, dan didampingi oleh PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) setempat ini berlangsung di Balai Pekon Bulurejo. 
 
Proses pembentukan pengurus Gapoktan "Srikandi" dilakukan secara musyawarah mufakat. Setelah melalui diskusi dan pertimbangan yang matang, para petani sepakat menunjuk Bapak Sarimin sebagai Ketua Gapoktan yang baru, menggantikan ketua sebelumnya yaitu Bapak Eko Yulianto. Selain ketua, turut dipilih pula sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi terkait.
 
Ketua Gapoktan terpilih, Bapak Sarimin dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan mengajak seluruh anggota untuk solid. "Kepengurusan ini adalah amanah. Mari kita bekerja sama untuk memajukan pertanian di desa kita. Tantangan ke depan, terutama soal hama, membutuhkan kekompakan kita semua," ujarnya. 
 
Rencana Aksi Gropyokan Tikus
 
Salah satu keputusan strategis yang dihasilkan dalam musyawarah tersebut adalah mengagendakan kegiatan "gropyokan tikus" secara serentak. Serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer) dilaporkan meningkat dalam beberapa pekan terakhir dan dikhawatirkan merusak tanaman padi yang baru mulai ditanam atau akan ditanam.
 
Kegiatan gropyokan atau perburuan tikus massal ini direncanakan akan dilaksanakan pada Hari Minggu tanggal  16 November 2025 dian berkumpul di Jembatan Way Cinta. 
 
Diharapkan, dengan terbentuknya kepengurusan yang baru dan aksi nyata pengendalian hama ini, produktivitas pertanian di Pekon Bulurejo dapat meningkat dan kesejahteraan petani dapat terjamin. Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara petani dan pemerintah desa dalam menjaga ketahanan pangan lokal.